Seorang kaligrafer dari Yaman bernama Zaki Al-Hasyimi. Ia membebaskan khat naskhi, dari perilakunya yang maintsream. Ia berkreasi dan menghasilkan karya karya naskhi yang tidak biasa.
![]() |
Karya Tidak Biasa Dari Zaki Al-Hasyimi
Masing masing kaligrafi memiliki penggunaan yang berbeda beda. Khat Tsuluts misalnya, ia lebih digunakan sebagai hiasan. Dengan kreasi kreasi berbagai bentuk, misalnya dibentuk bulat (mudawwar), saling berhadapan (mutanazir), bertumpuk, saling menjalin dan lain lain. Tsuluts kurang populer untuk menulis mushaf Al-Qur'an. Karena masalah kemudahan membacanya. Tsuluts bagi sebagian orang, sulit dibaca.
Sedangkan khat naskhi lumrahnya digunakan untuk menulis mushaf, karena karakternya yang jelas dan mudah dibaca. Naskhi juga digunakan untuk menulis naskah naskah hadis, kitab kitab dan dokumen dokumen resmi.
Lalu bagaimana jika khat Naskhi digunakan seperti halnya khat Tsuluts ? dibuat melingkar, bertumpuk, sebagaimana khat tsuluts ?
Maka tentu akan menjadi kreasi yang sangat menarik. Misalnya apa yang dilakukan oleh seorang kaligrafer bernama Zaki Hasyimi yang karya karyanya akan kami tampilkan dalam postingan kali ini
Untuk biografi ringkasnya baca : Kaligrafer Zaki Al-Hasyimi
Gambar 001 : Optimisme
![]() |
| 001 Optimis |
Khat Naskhi yang disusun dengan sangat indah. Isinya adalah فَلَرُبَّمَا بَعْدَ الْخَيْبَاتِ فَرَجٌ عَظِيْمٌ , yang artinya kira kira "Maka boleh jadi setelah kekecewaan, akan datang jalan keluar yang besar" . Ditulis oleh Zaki Hasyimi di Riyadh tahun 1442 H
Gambar 002 : Perlindungan
![]() |
| 002 - Bismilah Perlindungan |
Karya khat naskhi yang sangat indah. Isinya adalah doa perlindungan :
﴿ بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْـمِهِ شَيْئٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ﴾
"Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan di langit tidak akan membahayakan, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Gambar 003 : Perlindungan
![]() |
| 003 - Al Hujurat 11 |
Karya berikut adalah ayat Al-Qur'an Surah al Hujurat ayat 11. Semuanya ditulis dalam khat naskhi kecuali basmalah, ditulis dengan khat muhaqqaq. Keindahan tulisan kaligrafi ini ada pada tulisan عسى yang dibuat melingkar, seperti biasanya khat tsuluts ditulis.
Gambar 004 : Kedewasaan Dalam Perang
![]() |
| 004 - Perang |
Karya berikut adalah bait bait syair gubahan penyair Palestina bernama Tamim Al-Burghusi. Ditulis dengan khat naskhi bertumpuk tumpuk ala khat tsulus. Isinya :
بَعْضُ المَعَارِكِ فِي خُسْرَانِهَا شَرَفٌ
مَنْ عَادَ مُنْتَصِرًا مِنْ مِثْلِهَا انْهَزَمَا
"Kalah dalam sebagian pertempuran, justru merupakan sebuah kehormatan. Dan siapa saja yang kembali sebagai pemenang dari pertempuran semacam itu, ia sebenarnya telah kalah."
Gambar 005 : Lingkaran Cinta
![]() |
| 005 - Lingkaran Cinta |
Karya diatas contoh khat naskhi dan khat ijazah. Isinya adalah :
كَأَنَّ الْحُبَّ دَائِرَةٌ بِقَلْبِيْ فَحَيْثُ اْلاِنْتِهَاءُ اْلإِبْتِدَاءُ
"Seakan-akan cinta itu sebuah lingkaran di dalam hatiku ; di mana ia berakhir, di situlah ia bermula.”.
Gambar 006 : laa dhoror wa laa dhiraar
![]() |
| 006 - Laa dhoror wala dhirar |
Karya ini ditulis dalam khat naskhi dan khat ijazah. Bagian utama berisi hadis: لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ (tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri ataupun orang lain) ditulis dengan khat naskhi.
Sedangkan bagian atas, ada sederet tulisan dalam khat ijazah yang diletakkan diatas harokat. Tertulis : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم .
Gambar 007 : Rindu
![]() |
| 007 - Rindu |
Karya diatas adalah petikan syair populer berbunyi ما شَمَمْتُ الوَرْدَ إلاَّ زَادَنِي شَوْقاً إلَيْكْ (tidaklah aku mencium bunga mawar, melainkan bertambah tambah rinduku padamu) yang disusun bertumpuk membentuk lingkaran.
Gambar 003 : Perlindungan
![]() |
| 008 - bangkitlah |
Karya ini berbunyi لَكَ شَيْءٌ فِي هَذَا الْعَالَمِ فَقُمْ (kamu punya satu urusan di alam ini maka bangkitlah).
Gambar 009 : Manazil
![]() |
| 009 - Manazil |
Karya ini adalah potongan syair al Mutanabbi berbunyi لَكِ يا مَنازِلُ في القُلوبِ مَنازِلُ (Bagimu, wahai tempat-tempat persinggahan, ada tempat-tempat tersendiri di dalam hati ).
Gambar 010 : Nuh
![]() |
| 010 - Nuh |
Karya ini adalah potongan syair Abu Al Atahiyah berbunyi :
نُحْ عَلَى نَفْسِكَ يَا مِسْكِيْنُ إنْ كُنْتَ تَنُوْح # لَتَمُوْتُنَّ وَ لَوْ عُمِّرْتَ مَا عُمِّرَ نُوْح
Ratapilah dirimu sendiri wahai orang yang malang, jika memang engkau ingin meratap. Karena engkau pasti akan mati, sekalipun engkau diberi umur sepanjang umur Nabi Nuh.
--selesai--










