Asal bahasa tughra adalah bahasa Tatar . Semula ia digunakan sebagai tanda tangan seorang Sultan. Biasanya Tughra mengandung dua hal, yaitu nama sang raja dan gelar kebesarannya. Tughra dipasang dalam surat menyurat, biasanya diletakkan setelah basmalah. Dibawah Tughra' biasanya diberi tambahan tulisan khallada Allahu sulthanahu (semoga Allah mengekalkan kesultanannya).
Tughra pertama kali digunakan oleh Raja ketiga Daulah Usmaniyah yaitu : Sultan Murad I  (671 - 792 H). Peninggalan tertua dari Tughra' tertulis atas nama An Nashir Hasan bin Sulthan al Malik Muhammad  Qalawun (Salah satu sultan Mamalik Mesir, 752 H). 
Dalam khazanah khat (kaligrafi Arab), tughra' merupakan cabang tersendiri yang disebut khat tughra'. Kekhasan tulisan tughra' adalah merupakan hasil perpaduan khat diwani dan khat ijazah. Khat tughra' kemudian berkembang tidak lagi sebagai tauqi'  (tanda tangan), melainkan sebagai seni kaligrafi yang sangat indah melalui tangan para master kaligrafi semisal Mustafa Raqim dan lain lain. 

Karya karya Tughra'














Yook latihan khat naskhi lewat panduan yang ditulis oleh Hasyim Muhammad Baghdadi. Saya suka tulisan Hasyim Muhammad karena sangat halus dan ukuran hurufnya sangat proporsional. Saya rasa khattat Indonesia banyak yang belajar dari buku khat beliau ini.









Basmalah adalah ayat Al Qur'an yang paling sering dieksplorasi keindahannya oleh para kaligrafer. Berikut ini adalah contoh contoh ragam bentuk Basmalah yang saya kira unik dan (mungkin) jarang dilihat :

Menurut saya yang ini sangat indah




Basmalah tugra 1
Basmalah Tugra' 2

Modelnya bagus, masih bisa diperindah lagi










Source : www.alkhaleej.ae

Khat Tsuluts Muhammad Isa Khalfan

Muhammad Isa Khalfan adalah khattat Uni Emirat Arab (UEA) yag lahir pada tahun 1966. Belajar kaligrafi pada kaligrafer Iraq Dr. Sholah Syairazad dan memperoleh ijazah atas Khat Tsuluts dan Khat Naskh. Sekarang beliau adalah anggota Perhimpunan Seni Rupa Dubai. Beliau juga dikenal sebagai juri berbagai musabaqah kaligrafi intrenasional
Berikut ini adalah karya karya beliau.Tampak sang penulis membiarkan tintanya menipis sehingga menyuguhkan efek gradasi yang sangat indah :

Al Fatihah. Bagian Tsuluts berbunyi : An'amta 'alaihim ghairil magdhubi 'alaihim

"Syahru Ramadhanal-ladzi unzila fiihil qur'an"

"Al Qana'atu Kanzun Laa Yafnaa" (Qana'ah adalah harta yang tak pernah habis)

"Hadza min fadhli rabbi"

"Yaa Quds Wan Batsaqad Dhiyaa'u wa gharradat athyaaruha wa ta'annaqa al bustan....
Yaa Quds wal tafatta ilayya wa aqsamta
Bi rabbina laa tahnats al aimaan
Wallahu lan yajtaaza bi bahral asaa illa qulubun zaaduha al Qur'an"

Bagian tsulusnya berbunyi :
"kuunuu jami'an yaa baniyya"
"wa idzaa iftaraqna takassarat aahaada"

Mushaf Al Qur'an terbesar ternyata ada di Afghanistan. Penulisnya, Muhammad Shobir al Khudory Al Khattat dengan dibantu oleh 9 orang muridnya, telah menghabiskan waktu 5 tahun untuk menuliskannya. Beliau ingin membuktikan, bahwa kekayaan budaya Afghanistan belum habis walaupun didera peperangan yang berkepanjangan.

Julukan Mushaf terbesar ini diklaim oleh Kementrian Urusan Agama dan Haji Afghanistan, mengingat mushaf ini adalah satu satunya yang berbobot 500 Kg. 
Sebagaimana yang dilaporkan Reuters, mushaf ini terdiri atas 218 kertas berukuran  panjang 2,28 meter dan lebar 1.55 meter. Kain penutup adalah kulit kambing yang dihias dengan relief . Biaya pembuatannya mencapai 500.000 USD.   

Pembuatannya mushaf ini selesai pada tahun 2009. Namun baru dipublikasikan pada tahun 2012, setelah rampung pembuatan sampul dan ruangan penyimpanannya. Kini mushaf tersebut berada di Pusat Kebudayaan Afghanistan.





Sumber : http://www.darmm.com/
http://ara.reuters.com/article/entertainmentNews/
http://www.draw-art.com

© 2010 Kaligrafi Islam Suffusion theme by Sayontan Sinha. Converted by tmwwtw for LiteThemes.com.